Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Labels

18 Agustus 2010

makharijul Huruf

Pengertian makhraj huruf adalah tempat keluarnya huruf. Pengertian lain, yaitu tempat keluarnya suara huruf Hijaiyah mulai dari alif hingga ya’. Terjadi perbedaan dalam pembagian makhraj huruf. Imam Syibawaih dan As-Syatibi berpendapat bahwa makhraj huruf terbagi atas 16 makhraj, sedangkan menurut Imam al-fara makhraj terdiri 14 makhraj.
Akan tetapi pendapat umum dan masyhur berpendapat bahwa makhraj terbagi 17 makhraj. Kemudian 17 makhraj tersebut diklasifikasikan ke dalam lima tempat. Lima tempat inilah yang menjadi letak makhraj dari setiap huruf.
1. Al-jauf adalah makhraj huruf yang terletak pada rongga mulut. Muncul satu makhraj.
2. Al -halq adalah makhraj yang terletak pada tenggorokan. Muncul tiga makhraj.
3. Al-lisan adalah makhraj yang terletak pada lidah. Muncul sepuluh makhraj.
4. Asy-Syafatain adalah makhraj yang terletak pada dua bibir. Muncul dua makhraj.
5. Al-khaisyum adalah makhraj yang terletak pada pangkal hidung. Muncul satu makhraj.
Dengan demikian jumlah makhraj yang muncul adalah tujuh belas makhraj. Yang akan dirinci sebagai berikut:
1. Al-jauf. Al-jauf artinya rongga mulut. Maksudnya adalah keluarnya huruf yang terletak pada rongga mulut. Nah dari ronggga mulut ini muncul satu makhraj yaitu makhraj aljauf. Dari makhraj aljauf ini muncul tiga huruf mad, yaitu alif, wau dan ya.
2. Al-halq. Artinya tenggorokan. Maksudnya, tempat keluarnya huruf yang terletak pada tenggorokan. Dari al-Halq muncul tiga makhraj, yaitu Aqshal halq adalah pangkal tenggorokan atau tenggorokan bagian dalam. Dari makhraj ini muncul huruf hamzah dan ha’. Wasthul halq adalah tenggorokan bagian tengah. Dari makhraj ini muncul huruf ‘ain dan ha’. Adnal halq adalah tenggorokan bagian luar atau ujung tenggorokan. Dari makhraj ini keluar huruf kha’ dan ghain.
3. Al-lisan. Artinya lidah. Maksudnya tempat keluarnya huruf yang terletak pada lidah. Julah huruf hijiyyah yang keluar dari makhraj ini ada 18 huruf dan terbagi atas 10 makhraj. Kesepuluh makhraj tersebut adalah:
a. Pangkal lidah bertemu dengan langit-langit bagian atas. Dari makhraj ini keluar huruf qaf.
b. Pangkal lidah, tepatnya sebelah bawah atau ke depan sedikit dari makhraj qaf, bertemu dengan langit-langit bagian atas. Darai makhraj ini keluar huruf kaf.
c. Pertengahan lidah bertemu dengan langit-langit atas.pertengahan lidah tersebut dimantapkan (tidak menempel) pada langit-langit atas. Dari makhraj ini muncul huruf jim, syin dan ya.
d. Tepi lidah bersentuhan dengan geraham kanan atau kiri. Ada juga yang mengatakan tepi pangkal lidah dengan geraham kanan atau kiri memanjang ke depan dari makhraj ini muncul huruf dlad.
e. Ujung lidah bertemu dengan langit-langit yang berhadapan dengannya. Dari makhraj ini muncul huruf lam.
f. Ujung lidah, bergeser ke bawah sedikit dari makhraj lam, bertemu dengan langit-langit yang berhadapan dengannya. Dari makhraj ini muncul huruf nun.
g. Berdekatan dengan makhraj nun dan masuk pada punggung lidah, tetapi lidah tidak menyentuh langit-langit. Dari makhraj ini keluar huruf ra.
h. Ujung lidah bertemu dengan pangkal gigi seri atas. Dari makhraj ini keluar huruf ta, tha’ dan dal.
i. Ujung lidah bertemu dengan ujung gigi seri atas. Dari makhraj ini keluar huruf dzal, zha’ dan tsa’.
j. Ujung lidah bertemu dengan ujung gigi seri bawah. Dari makhraj ini keluar huruf shad, zai dan sin.
4. As-syafatain, artinya dua bibir. Maksudnya tempat keluarnya huruf yang terletak pada dua bibir: bibir atas dan bibir bawah. Huruf yang keluar dari makhraj ini ada empat huruf, yaitu fa, mim, bad an wau. Makhraj asya-syafatain terbagi menjadi dua makhraj, yaitu
a. Perut bibir bawah atau bagian tengah dari bibir bawah tersebut dirapatkan dengan ujung gigi atas. Dari makhraj ini keluar huruf fa.
b. Paduan bibir atas dan bibir bawah. Jika kedua bibir tersebut tertutup/terkatup, keluarlah huruf mim dan ba’.
5. Al-Khaisyum, artinya pangkal hidung. Dari makhraj ini keluar satu makhraj, yaitu al-Ginnah(sengau/dengung), sehingga dari makhraj ini keluar bunyi sengau/dengung. Setidaknya ada empat tempat yang menimbulkan bunyi sengau, yaitu: pada bacaan gunnah musyaddad, yakni bacaan sengau pada huruf imim,dan nun yang bertanda nun tasdid dan mim tasdid. Pada bacaan idgham bi gunnah, ikhfa dan iqlab.
Semua tempat pada bacaan tersebut mengeluarkan bunyi suara yang keluar dari pangkal hidung. Untuk memastikan adanya bunyi yang keluar dari pangkal hidung, cobalah memijit hidung pada saat mengucapkan bacaan di atas.

0 komentar:

Popular Posts